Selasa, 11 Desember 2012

Kirab Blora ke 263 berlangsung meriah.... :-D


image
BLORA, suaramerdeka.com - Cuaca cerah yang menaungi kota Blora menjadikan kirab dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-263 Kabupaten Blora berlangsung meriah, Selasa (11/12). Meski tidak dilombakan namun tim peserta kirab berupaya tampil sebaik mungkin. Tak hanya dari dandanannya, peserta kirab berusaha menampilkan sesuatu yang beda dengan kelompok lainnya. Masyarakat pun menyambut antusias event tahunan itu. Mereka yang datang dari pelosok desa terlihat memadati rute yang dilalui peserta kirab.
Penampilan rombongan prajurit mengawali iring-iringan kirab keluar dari pendopo rumah dinas bupati. Dengan berjalan kaki lengkap dengan senjata tombak dan keris, mereka mengawal "sang raja" bersama permaisurinya yang diperankan Bupati Djoko Nugroho dan istri.
Iring-iringan pejabat musyawarah pimpinan daerah (muspida) berada di belakang bupati. Di sepanjang jalan yang dilalui yakni dari alun-alun, jalan Pemuda, jalan Ahmad Yani dan berakhir di depan gedung DPRD, para pejabat itu menebarkan senyuman kepada warga. Lambaian tangan seakan tak pernah berhenti mereka lakukan.
Kirab lebih meriah dengan kehadiran tetabuhan yang mengiringi setiap tim peserta. Mulai dari musik modern seperti drumband hingga musik tradisional seperti angklung dan barangon. "Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemkab Blora mengikuti kirab ini. Selain itu ditambah tim kecamatan, instansi vertikal dan perusahaan swasta yang ada di Blora. Sejumlah kelompok masyarakat juga turut serta. Seluruh perserta memakai pakaian adat Jawa, namun ada juga yang berupaya tampil beda dengan busana modern," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Kunto Aji.
Sangking banyaknya perserta, kirab pun berlangsung cukup lama. Sejak dimulai pukul 09.30, iring-iringan kirab belum berakhir hingga pukul 11.15. Padahal rute yang dilalui tidak terlampaui jauh, yakni hanya sekitar lima kilometer. "Sejak pagi kami datang ke alun-alun. Kami ingin menyaksikan kirab," tandas Wigati, salah seorang warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.
Jarak yang cukup jauh dari Desa Sambongrejo ke kota Blora, sekitar 25 kilometer, tidak menjadi penghalang bagi Wigata datang ke alun-alun. "Kami datang rombongan, mencarter mobil pick-up," katanya sembari tertawa.

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Comment